Minggu, 22 November 2015

Perbandingan Hidrolik Fluida Air dan Oli

Perbandingan Hidrolik Fluida Air dan Oli

A.Perkembangan Fluida Hidrolik
               
Sejarah pertamanya penggunaan hidrolik dengan media air pada tahun 1795 oleh Joseph Bramah yang digunakan untuk mesin press. Pada abad 19 media air juga masih banyak digunakan di Inggris namun pada tahun 1910 sejak ditemukan desain mesin pompa yang pengoperasiannya harus menggunakan mineral oli, maka media air tidak popular lagi, pompa ini ditemukan oleh Amstrong, William & James.

Perbaikan kualitas fluida kerja untuk menghasilkan peningkatan efisiensi terus dilakukan. Peningkatan kerja dengan tekanan yang tinggi akan menaikan temperatur fluida kerja sehingga benar benar dibutuhkan kualitas fluida kerja yang baik , umur fluida yang makin panjang, proteksi yang baik bagi komponen hidrolik, sehingga pada tahun 1940 oli diperkenalkan dan ini mengandung zat aditive untuk melindungi dari oksidasi dan karat.

Fluida kerja adalah merupakan komponen yang sangat penting dari semua sistem hidrolik. Fluida ini berlaku sebagai pelumas, media untuk mengalirkan panas, media transfer energi. Karakteristik dari fluida sangat mempengaruhi terhadap performa dan umur hidup alat. Pada dasarnya fluida hidrolik adalah uncompressible dan ketika dimasukan kedalam penampung akan berbentuk sama dengan penampungnya. Penggunaan fluida yang bersih, berkualitas tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan pengoperasian hidrolik yang efisien.

Fluida hidrolik mempunyai fungsi sebagai penerus tenaga, penghilang panas, pelumas dan pelindung yang sempurna bagi komponen, untuk itu fluida hidrolik harus mempunyai sifat:
1. Viskositas yang ideal
2. Kemampuan lubrikasi yang baik
3. Kemampuan menguap yang rendah.
4. Tidak beracun.
5. Berat jenis yang rendah.
6. Ramah lingkungan dan sifat kimia yang stabil.
7. Tingkat incompressibilitas yang tinggi.
8. Tahan api.
9. Kemampuan meneruskan panas yang baik.
10. Tidak mudah berbusa.
11. Mudah didapat dan harga murah.
Hal ini sangat jelas tidak cukup fluida tunggal dapat memenuhi semua kebutuhan yang ada diatas.

Awal mula penggunaan fluida hidrolik adalah air namun seiring berkembang nya zaman penggunaan fluida hidrolik diganti menjadi oli, berikut ini adalah tabel pebandingan antara hidrolik fluida air dan hidolik fluida oli.


TABEL PERBANDINGAN

Fluida Yang Digunakan

Kelebihan

Kekurangan







                      


                 Fluida Oli


  •       Tenaga yang dihasilkan besar


  • Sistem hidrolik besar sehingga banyak diaplikasikan pada alat berat seperti crane, kerek hidrolik dll.


  •       Juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem pneumatic


  •      Tidak berisik.


  •     Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal.


  •       Apabila terjadi kebocoran akan mengotori sistem, sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan.


  •      Deteriorasi (Yaitu kerusakan deterioration) oli yang disebabkan oleh pengaruh dari oli itu sendiri, ini terjadi akibat adanya perubahan oksidasi, perubahan viskositas, pengurangan tegangan permukaan dan sebagainya.










Fluida Air



  •      Tidak mudah berbusa.


  •       Mudah didapat dan harga murah.


  •      Tidak beracun.


  •      Apabila terjadi kebocoran tidak akan mengotori sistem, sehingga sistem hidrolik sering digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan




  •       Mudah membeku pada suhu 0ÂșC pada tekanan atmosfer.


  •      Cenderung mengembang ketika membeku.


  •     Sifatnya korosif.


  •       Bukan pelumas yang baik.

Tabel Perbandingan Hidrolik Fluida Air dan Oli

Demikian lah perbandingan dari Hidrolik yang menggunakan Fluida Air dan Oli, pengaplikasian nya sendiri tergantung kepada situasi dan kondisi untuk memilih Fluida apa yang di gunakan atau sama dengan sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan.



DAFTAR PUSTAKA
Pengertian

Apa sih Power Steering itu? apa kaliah pernah mendengar atau mungkin tahu? Power Steeringadalah sebuah alat yang digunankan dalam sistem kemudi untuk meringankan dan membelokan setir pada mobil. Jadi fungsi nya adalah meringankan putaran kemudi pada saat diputar sehingga lebih mudah dan gampang untuk di kemudikan.




Fungsi dan Komponen Power Steering. 

1.Reserfoir yaitu menampung cadangan oli Power Stering
2.Pompa yaitu menghasilkan tekanan fluida keseluruh rangkaian Power Stering
3.Katup Pengatur yaitu mengatur sirkulasi aliran tekanan fluida (oli) sesuai arah kemudi
4.Silinder Tenaga yaitu menyalurkan aliran oli ke long tea rod sesuai arah kemudi Cara Kerja





Jenis-jenis Power Steering :

1. Hidrolik Power Steering : adalah dengan meringankan kemudi dengan cara memanfaatkan tekanan Fluida (oli) di dalam yang bekerja. yaitu dengan cara Oli yang di pompa untuk meringankan kemudi tenaga yang dibutuhkan untuk memutarkan kemudi terutama pada kecepatan rendah dan menyesuaikannya pada kecepatan menengah serta tinggi. Pada kecepatan rendah gaya gesek ban dengan jalan cukup tinggi, apalagi untuk tipe ban tekanan rendah dengan telapak ban yang lebar

                                                            Gambar 1. Power Steering hidrolik


2. Elektrik Power Steering ; Sistem Electronic Power Steering (EPS) termasuk di dalamnya komponen yang sama seperti pada sistem power steering konvensional. Sebagai tambahannya adalah sebuah solenoid valve pada power steering gear box, dan satu control unit dekat dibawah audio yang terletak di panel farcia tengah. Untuk mengontrol aliran oli pada steering gear box, disediakan satu solenoid yang bekerja berdasarkan arus dari control module yang menerima sinyal dari VSS (Vehicle Speed Sensor) dan TPS

Gambar 2. Power Steering Elektrik




fungsi Power Steering

pengertian:
Cara kerja Power Steering :

1. Posisi netral
Alirkan ke katup pengontrol ( control valve ). Bila katup pengontrol berada pada posisi netral, semua minyak akan mengalir melalui katup pengontrol ke saluran pembebas ( relief port )dan kembali ke pompa. Pada saat ini tidak terbentuk tekanan dan arena tekanan kedua sisi sama, torak tidak bergerak.
2. Pada saat membelok
Pada saat poros utama kemudi (steeringmain shaft) diputar ke salah satu arah, katup pengontrol juga akan bergerak menutup salah satu saluran minyak. Saluran yang lain akan terbuka dan akan terjadi perubahan volume aliran minyak dan akhirnya terbentuk tekanan. Pada kedua sisi torak akan terjadi perbedaan tekanan dan torak akan bergerak ke sisi yang bertekanan rendah sehingga minyak yang berada dalam ruangan tersebut akan dikembalikan ke pompa melalui katup pengontrol.




Permasalahan :

Permasalahan yang timbul biasanya adalah kemudi atau setir terasa berat sehingga ada indikasi bahwa power steering menjadi salah satu kemungkinan penyebabnya, walaupun bukan merupakan satu-satunya penyebab. Jika ada permasalahan tersebut maka dalam melakukan pemeriksaan sistem power steering adalah sebagai berikut : 

1. Periksa power steering belt (belt pemutar pompa power steering). Jika kondisinya rusak maka harus diganti namun jika hanya kendor atau longgar lakukanlah penyetelan kekencangan belt-nya (lihat spesifikasi pada workshop manual).
2. Periksa minyak power steering. Cek jumlah dan kualitas minyak dengan melihat deep stik pada tabung recervoir. Lakukan juga pengecekan terhadap kebocoran yang mungkin terjadi pada pipa/ selang penghubung. Jika ada kebocoran perbaiki atau atasi terlebih dahulu kebocoran yang terjadi, tambahkan minyak power steering pada recervoir dan lakukan bleeding. Bleedingdilakukan dengan menghidupkan mesin pada 100 rpm, kemudian roda kemudi diputar secara maksimum ke kanan dan ke kiri tiga atau emapat kali.




Cara perawatan power Steering :

1. Bila kendaraan mau belok sebaiknya jalan atau gerak dulu baru belok 
2. Jangan terlalu sering membelokkan steer sampai mentok/patah terlalu lama.
3. Memilih minyak Power Steering yang original (jenis ATF).
4. Memilih spare parts yang original bila diservice.
5. Untuk hidrolik jenis rack steer, disarankan setiap mencuci kendaraan karet pelindung (boot steer)       kanan dan kiri diperiksa, apakah lepas, robek atau terjadi kerusakan lainnya.
6. Jika parkir kendaraan, hendaknya posisi roda bagian depan harus lurus.
7. Gunakan jenis ban dengan tingkat gesekannya rendah


[1] http://boss-otomotif.blogspot.co.id/2013/12/pengertian-dan-fungsi-power-steering.html

Senin, 16 November 2015

PERBANDINGAN MOTOR CARBURATOR DENGAN INJECTION

PERBANDINGAN MOTOR CARBURATOR DENGAN INJECTION

PERBANDINGAN MOTOR CARBURATOR DENGAN INJECTION

Tepat pada tahun 2014, setelah lebih dari 100 tahun mengabdi karburator akan menjadi kenangan, Sepeda motor baru yang diproduksi oleh pabrikan mulai dan hampir 100% menggunakan sistem Fuel Injection. Kenapa karburator harus berakhir dan digantikan oleh Fuel Injection, mari kita lihat perbandingannya.


A. Penjelasan Karburator

          Karburator yang baik setidaknya memiliki tiga penakar bensinyang disebut jet, jet memiliki ukuran lubang tempat bensin akan mengalir yang berbeda-beda, semakin besar lubangnya, semakin banyak bensin yang dapat lewat. Penakar bensin yang disebut jet ini masing-masing akan bekerja sesuai posisi bukaan gas.
  1.   Slow/Pilot Jet adalah penakar bensin yang paling kecil ukuran lubangnya, menakar bensin untuk kebutuhan putaran mesin rendah, bukaan gas 0~1/4.
  2.  Needle Jet & Jet Needle bekerja bersama membentuk celah lubang untuk bensin lewat, menakar bensin untuk putaran mesin menengah, bukaan gas 1/4~3/4.
  3.  Main Jet adalah penakar bensin untuk putran mesin tinggi dengan bukaan gas penuh – 3/4~1.Jet-jet ini selalu terbuka dan mengalirkan bensin saat mesin hidup.

Gambar Slow/Pilot Jet, Needle Jet, dan Main Jet


Perbedaan utama antara karburator dan injeksi adalah, pada karburator bensin masuk kedalam mesin karena dihisap oleh mesin, sedangkan injeksi sesuai namanya bensin diberi tekanan terlebih dahulu oleh pompa bensin, kemudian diinjeksi kedalam saluran masuk mesin melalui injector (gambar atas, sebelah kanan).


B. Pejelasan Injeksi

Injector ditempatkan pada saluran masuk mesin sebelum katup masuk- intake valve. Injektor seperti pintu/keran bensin yang membuka dan menutup aliran bensin yang sudah bertekanan sesuai perintah dari ECU Engine Control Unit.

Cara kerja Injector mirip seperti busi yaitu juga mempunyaitiming kapan dan berapa lama harus menyemprotkan bensin , jika busi memerlukan masukan dari sensor posisi crankshaft untuk menentukan saat pengapian maksimal, misalnya 10° sebelum piston mencapai titik mati atas – TMA.
Timing untuk injektor lebih rumit karena yang diukur sebagai penentu berapa lama injektor membuka untuk menyemprotkan bensin adalah berapa banyak udara yang masuk kedalam mesin, injektor harus memberikan jumlah bensin yang tepat agar dapat terbakar habis dengan jumlah udara yang ada (masuk kedalam mesin), nah ini rumus kimia dasarstoichiometry (2 C8H18 + 25 O2 → 16 CO2 + 18 H2O) perbandingan jumlah Udara O2 dan Bensin C8H18 yang terbaik, untuk menghasilkan tenaga mesin atau efisiensi maksimal.



Gambar injection


Jumlah udara O2 yang masuk kedalam mesin tidak selalu tetap berdasarkan kapasitas mesin saja, misal mesin 100cc = jumlah udara yang dihisap masuk 100cc, tetapi volume dan kandungan O2 berbeda-beda berdasarkan bukaan gas, putaran mesin, suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, jadi banyak sensor yang dipakai untuk menghitungnya, bahkan setelah pembakaran pun masih ada O2 sensor yang dipasang pada saluran buang untuk mengabarkan kepada ECU apakah hasil kalkulasi timing injektor sudah pas atau belum, perlu ditambah atau dikurangi.
Dengan demikian Fuel Injection lebih presisi mengatur bensin dibandingkan dengan karburator, lebih baik untuk efisiensi bahan bakar, menekan polusi gas buang kendaraan bermotor.Seperti sistem CDI yang akhirnya menggantikan Platina – contact breaker, maka Fuel Injection juga menggantikan karburator.




C. Tabel Perbandingan



TABEL PERBANDINGAN 
Sistem
Kelebihan
Kekurangan

   







Carburator

      1.       Lebih murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat lain, maka harganya mendekati system injection.

      2.       Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks


      3.       Perawatan lebih gampang dan sederhana

      4.       Gampang saat dilakukan pembersihan atau servis
   

       1.       Untuk penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan hanya bisa sekali.

       2.       Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak dapat mengatasi setiap kondisi yang dapat berbeda-beda

       3.       Perlu adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll

       4.       Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.









Injection
1.       Dapat mengatur A/F ratio berdasarkan kebutuhan mesin dan kondisi cuaca.

2.       Dapat mengatur A/F berdasarkan kadar emisi yang diwajibkan sehingga emisi lebih baik.

3.       Ketika temperature dan tekanan udara berubah maka dia dapat menyesuaikannya.

4.       Injector menyuplai bahan bakar kemesin berdasarkan kebutuhan mesin sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih effisien sehingga menjadi lebih irit.

1.       Harga lebih mahal dibandingkan karburator sebab lebih banyak terdapat komponen.

2.       Jumlah komponen yang lebih banyak dan kompleks

3.       Perawatan harus menggunakan alat khusus dan teknik tertentu.

Gambar Tabel Perbandingan



Motor keluaran terbaru hampir semua menggunakan Sistem Injeksi, sudah tidak menggunakan sistem karburator. Demikian lah perbadandingan dari sistem kerja motor Karburator dan Injeksi anda lebih tertarik dengan mana? 

DAFTAR PUSTAKA

perbandingan aki kering aki basah

PERBEDAAN AKI BASAH DAN KERING


Pada sepeda motor, aki berfungsi sebagai sumber energi listrik untuk digunakan oleh komponen-komponen seperti starter, lampu, dan klakson. Terdapat dua jenis aki di pasaran, yaitu aki basah dan aki kering. Perbedaaan paling mendasar adalah aki basah berisi cairan elektroda, sedangkan aki kering berisi gel elektroda.Salah satu bagian terpenting di sepeda motor adalah aki. Di pasaran tersedia beragam merek aki. Namun, menurut jenisnya, aki terbagi menjadi dua, yaitu kering dan basah. Apa saja keuntungan dan kelemahan dari kedua aki ini?


A. Tipe Aki Basah

Aki basah sudah sejak lama banyak digunakan pada berbagai kendaraan. Maklum, aki jenis ini adalah yang paling umum dan sering dijumpai. Pada umumnya, aki basah menggunakan wadah yang semi transparan. Hal ini membuat cairan elektrolit yang terdapat di dalamnya dapat terlihat dengan jelas. Cairan elektrolit atau biasa disebut air aki atau air zuur berfungsi merendam sel-sel aki. Sebagai catatan, volume air aki harus selalu berada di atas batas minimal agar dapat tetap merendam sel-sel. Jika volume air kurang dari batas minimal, sel penyimpanan arus akan teroksidasi dan berkarat.



Gambar Aki Basah



Untuk menambah volume cairan, gunakan air destilasi, bukan air zuur. Perbedaan keduanya dapat dilihat berdasarkan warna tutup botolnya. Pada umumnya, air zuur dikemas dalam botol dengan tutup berwarna merah, sedangkan air destilasi dikemas dalam botol dengan tutup berwarna biru.



B. Tipe Aki Kering

Sementara itu, aki kering merupakan bentuk pengembangan dari aki basah yang penggunaannya semakin populer. Secara fisik, perbedaannya dengan aki basah dapat dilihat melalui wadahnya yang berwarna gelap atau tak transparan. Selain itu, aki kering juga tak memiliki lubang-lubang untuk mengisi air aki.


Gambar Aki Kering



Sebagai pengganti cairan elektrolit, cairan yang terdapat di dalamnya berwujud gel. Tingkat penguapan gel ini sangat minim karena saat menguap, uap tersebut tak dibuang keluar. Hal ini membuat volumenya tetap terjaga. Dengan demikian, aki jenis ini tak membutuhkan perawatan khusus atau umumnya disebut maintenance free.






C. Tabel Perbandingan


Tipe Aki

Kelebihan

Kekurangan



Aki Basah

1. Harga murah

2. Ketika rusak dapat diperbaiki

3. Umur air aki sesuai pada saat kita isi


1. Harus menyetrum ketika ingin digunakan

2. Mengisi air accu terlebih dahulu

3. Merusak kerangka mesin jika cairan dalam aki mulai bocor dan mengenai bagian tertentu






Aki Kering

1. Langsung bisa di pakai tanpa harus di strum dlu

2. Tidak mengisi air accu

3. Tidak repot isi ulang

4.Tidak merusak kerangka mesin,karena saat pengisian listrik ulang dari regulator pada saat mesin nyala tidak menguap


1. Harga mahal

2.Ketika rusak tidak dapat di perbaiki

3. Aki kering umur aki nya dimulai ketika cairan gelnya sudah terisi di pabriknya




Jadi, kesimpulannya adalah aki basah membutuhkan perawatan karena perlu diperiksa ketinggian cairan dan memastikan bahwa cairan tersebut tetap berada pada batas yang seharusnya. Keuntungannya, aki basah harganya cenderung lebih terjangkau dan memiliki umur yang lebih panjang. Sementara itu, keuntungan aki kering adalah membutuhkan perawatan khusus. Namun, harganya relatif lebih tinggi dan umur pemakaian biasanya singkat.



DAFTAR PUSTAKA


  1. http://infoklasika.print.kompas.com/pilih-aki-basah-atau-kering/
  2. http://otomotif.kompas.com/read/2014/05/06/1840009/Ini.Perbedaan.Aki.Kering.dan.Basah.
  3. http://farof.blogspot.co.id/2015/04/6-perbedaan-aki-basah-dan-aki-kering.html