Senin, 19 Oktober 2015

METODE KUALITATIF SISTEMATIKA


A.  Pendahuluan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Karenanya, melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar bearti telah memiliki jendela untuk memahami dunia psikologi dan realitas sosial
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif,  adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, penelitian harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembagan.
Untuk itulah, maka seorang peneliti kualitatif hendaknya memiliki kemampuanbrain, skill/ability, bravery atau keberanian,  tidak hedonis dan selalu menjaganetworking, dan memiliki rasa ingin tau yang besar atau open minded.
Jadi atas dasar pemaparan di atas, maka pada kesempatan ini pemakalah akan membahas penelitian kualitaif. Adapun rumusan masalah nya adalah:
  1. Apakah yang dimaksude dengan penelitian kualitatif?
  2. Bagaimanakah Sistematika dalam Penelitian Kualitaif?

B.  Pengertian Penelitian Kualitatif
Berbicara mengenai metodologi berarti berbicara mengenai hukum, aturan, dan tata cara dalam melaksanakan atau menyelenggarakan sesuatu. Karena metodologi diartikan sebagai hokum dan aturan, tentunya di dalamnya terkandung hal-hal yang diatur secara sistematis, hal-hal yang diwajbkan, dianjurkan, dan atau dilarang. Sama seperti hokum dan aturan lainnya, metodologi diciptakan dengan tujuan untuk dijadikan pedoman yang dapat menuntun dan mempermudah individu yang melaksnakannya.
Penelitian atau dalam bahasa Inggris disebut dengan research. Jika dilihat dari susunan katanya, terdiri atas dua suku kata, yatitu re yang berarti melakukan kembali atau pengulangan dan research yang berarti melihat, mengamati atau mencari, sehingga research dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan pemahaman baru yang lebih kompleks, lebih mendetail, dan lebih komprehensif dari suatu hal yang diteliti.
Adapun pengertian penelitian kuliatatif dapat dilihat dari beberapa teori berikut ini:
a.       Lexy J. Moleong, mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.
b.      Penelitian kualitaif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitaif.[1]
c.       Sugiyono, menyimpulkan bahwa metode penelitian kulitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secarapurposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitaif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.[2]
Dari beberapa teori-teori di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.


C.  Sistematika Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitaif belum terdapat format baku tahapan-tahapan atau sistematika yang dpat dijadikan patokan dalam penelitian. Ini dikarenakan penelitian kualitaif terkait dengan salah-satu karakteristik dari penelitian kualitais itu sendiri, yaitu fleksibel. Sehingga dengan ke-fleksibelan-nya jalan penelitian berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi, meskipun demikian para ahli sependapat bahwa setidaknya terdapat lima tahapan sebagai patokan dalam penelitian, yaitu tergambar sebagai berikut:
  1. Mengangkat permasalahan.
Permasalahan yang biasanya diangkat dalam penelitian ini adalah bersifat unik, khas, memiliki daya tarik tertentu, spesifik, dan terkadang sangat bersifat invidual (karena beberapa penelitian kualitaif yang dilaksanakan memang hukan untuk kepentingan generalisasi).
2.      Memunculkan pertanyaan penelitian.
Pertanyaan merupakan cirri khas dari penelitian kualitatif. Adalah sebagai spirityang fungsinya sama penting seperti hipotesis dalam penelitian kuantitaif.
3.      Mengumpulkan data yang relevan.
Data dalam penelitian kualitaif pada umumnya berupa kumpulan kata, kalimat, pernyataan, atau uraian yang mendalam.
4.      Melakukan analisis data
Analisis data merupakan langkah berikutnya setelah data relevan diperoleh.
5.      Menjawab pertayaan penelitian
Tahap ini adalah tahapan terakhir dalam penelitian kualitaif. Dalam menjawab pertanyaan, peneliti dapat mengunakan gaya menulis yan lebih bebas, seperti narasi atau storytelling. Sehingga dalam menjawab pertanyaan penelitian dapat lebih menarik untuk dibaca.
Kemudian, selain dari kelima tahapan di atas, beberapa para ahli penelitian kualitatif mengemukakan beberapa format penulisan penelitian kualitatif berdasarkan sudut pandang masing-masing.
Mengingat terdapat banyaknya format yang dikemukakan para ahli, maka di sini akan memaparkan salah-satunya saja, yaitu format yang dikemukakan oleh Bungin berikut ini:[3]
Pendahuluan
  1. Judul penelitian
  2. Latar belakang masalah
  3. Masalah penelitian
  4. Tujuan penelitian
  5. Tinjauan pustaka/teori dan kesimpulan teoritis yang digunakan
  6. Hipotesis (bila diperlukan)
Metode Penelitian
  1. Populasi (sasaran) penelitian
  2. Sampel dan teknik sampling
  3. Metode pengumpulan data
  4. Metode analisis data 
Analisis Data
  1. Rancangan analisis data
  2. Rencangan pembahasan (diskusi) hasil penelitian

Laporan Penelitian
Rancangan dalam laporan penelitian kualitatif secara khusus belum ada format yang baku dan berlaku dalam merancang penelitian kualitatif, namun tetap ada poin-poin yang sama atau hampir sama dengan beberapa format yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Di beberapa perguruan tiinggi, baik swasta maupun negeri, format penelitian kulaitaif yang digunakan dalam penelitian kualitaif yang digunakan dalam penyusunan skripsi relative sedikit berbeda, walaupun pada intinya tetap sama dan ada benang merahnya satu sama lain. Di bawah ini. Akan disajikan format penelitian kualitatif yang dapat digunakan sebagai panduan dalam penyusunan skripsi bagi mahasiswa.


Bab 1 Pendahuluan
  1. Konteks Penelitian
Tentang fenomena yang akan diangkat dalam penelitian, serta alasan mengapa penelitian tersebut layak dilakukan.
  1. Fokus Kajian Penelitian
Tentang focus dari fenomena yang akan diteliti (central phenomenon), disertai dengan keteranagn yang lebih spesifik mengenai batasan-batasan central phenomenon tersebut.
  1. Tujuan Penelitian
Tentang tujuan yang akan dicapai melalui penelitian yang dilakuakn.
  1. Manfaat Penelitian
Manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan.
Bab 2 Perpsektif Teoritis
  1. Kajian Pustaka
Berisi tentang definisi dan tinjauan secara teoritis terkait central phenomenon yang diteliti.
  1. Pertanyaan Penelitian
Tentang [ertanyaaan penelitian yang diajukan dan akan dicari jawabannya melalui penelitian yang dilakukan.
Bab 3 Metode Penelitian
1.    Metode Pendekatan Masalah
Tentang metode kualitatif yang digunakan, dan alas an penggunaan metode yang dipilih.
2.      Unit Analisis
1)   Subjek Penelitian
Yaitu tentang informasi mengenai subjek penelitian yag terlibat. Teknik yang digunakan dalam menentukan subjek penelitian disertai alas an peneliti memilih subjek penelitian.
2)  Informasi Penelitian
Pada informan penelitian, hamper sama dengan subbab di atas, yaitu berisi tentang mengenai informan penelitian, keterkaitan antar informan dengan subjek penelitian.
3)  Lokasi Penelitian
Lokasi-lokasi penelitian yang akan atau yang telah dilakukan pengambilan data, serta alasan peneliti memilih lokasi tersebut.
3.      Metode Pengumpulan Data
Tentang metode-metode yang digunakan dalam pengumpulan data disertai alas an peneliti dalam memilih metode-metode tersebut.
4.      Teknik Analisis Data
Berisi tentang teknik aalisis data yang digunakan berdasarkan data yang diperoleh dan berdasarkan tujuan penelitian.
Bab 4 Hasil Penelitian dan Diskusi
1.      Tahapan Penelitian
Tahapan-tahapan penelitian dari awal hingga akhir. Selain itu, juga dicantumkan kegiatan pengambian data seperti jadwal wawancara atau observasi yang telah dilakukan ataupun yang akan dilakukan.
2.      Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang dikaitkan dengan temuan di lapangan dan pertanyaan penelitian yang diajukan pada bab awal.
3.      Pembahasan/Diskusi
Berisi tentang pembahasan atau diskusi mengenai hasil penelitian yang diperoleh. Bagaimana keterkaitan penelitian dengan teori yang sudah ada serta bagaimana peneliti menjelaskan hasil temuannya berdasarkan sudut pandang subjek penelitian yang disandingkan dengan susut pandang teoritis. 

Bab 5 Kesimpulan dan Saran
1.    Kesimpulan
Berisi tentang kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian dan diskusi.
2.        Saran
Berisi tentang saran yang dikemukakan oleh peneliti berdasarkan hasil penelitian dan diskusi.

D.  Contoh-contoh Judul Karya Ilmiah Penelitian Kualitatif.
Di bawah ini adalah contoh-contoh judul penulisan karya ilmiah dalam penelitian kualitatif mahasiswa/mahasiswi IAIN Raden Fatah Palembang.
  1. Penerapan Manajemen Pembiayaan Pendidikan Berbasis Madrasah Terhadap Mutu Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Sekayu.(Fitwi Luthfiyah, Skripsi: 2009)
  2. Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Unggulan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Lahat Sumatera Selatan. (Litado Dewi Jusma, Tesis: 2008)
  3. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah (Analisis Terhadap Konsep Majemen Berbasis Sekolah).(Ade Rosad, Skripsi: 2004)[4]

E. Karakteristik Umum Penelitian Kualitatif
Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong atas hasil dari mensintesakan pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30) dengan Lincoln dan Guba (1985:39-44) ada sebelas ciri penelitian kualitatif, yaitu:
1.      Penelitian kualitatif mennggunakan latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan (enity).
2.      Penelitian kualitatif instrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain.
3.      Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif.
4.      penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif
5.      Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang berasal dari data.
6.      Penelitian kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata, gambar) bukan angka-angka.
7.      Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil.
8.      Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian
9.      Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.
10.  Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan lapangan (bersifat sementara).
11.  Penelitian kualitatif menghendaki agar pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data.[5]
a.      Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
1.      Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung
2.      Manusia merupakan alat (instrumen) utama pengumpulan data
3.       Analisis data dilakukan secara induktif
4.      Penelitian bersifat deskriptif analitik (data berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan/ angka statistik
5.      Tekana penalitian berada pada proses, penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil.
6.      Pembatasan penelitian berdasarkan fokus
7.      Perencanaan bersifat lentur dan terbuka
8.      Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama
9.      Pembentukan teori berasal dari dasar
10.  Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif
11.  Teknik sampling cenderung bersifat purposive
12.  Penelitian bersifat menyeluruh (holistik)
13.  Makna sebagai perhatian utama penelitian
b. Karakreristik Penelitian Kualitatif
1) Latar alamiah
Ø  Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan
Ø  Peneliti memasuki dan melibatkan sebagian waktunya di sekolah, keluarga, tetangga dan lokasi lainnya untuk meneliti maslaah pendidikan atau sosiologi
2) Manusia sebagai alat (instrumen)
Peneliti/ dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.
3) Metode kualitatif
Ø  Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda.
Ø  Menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden
Ø  Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penyamaan pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.
4) Analisis data secara induktif
  • Proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan ganda sebagian yang terdapat dalam data
  • Lebih dapatmenguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat-tidaknya pengalihan kepada suatu latar lainnya
  • Analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan
  • Dapat memperhitunngkan nilai-nilai secara eksplisit sehingga bagian dari struktur analitik
5)  Teori dari dasar
6)  Deskriptif
7)  Lebih mementingkan proses daripada hasil
8)  Adanya batas yang ditentukan oleh fokus
9)  Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data
10)  Desain yang bersifat sementara
F. Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif memiliki susunan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memilih masalah
2. Studi pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan hipotesis
5. memilih pendekatan
6. Menentukan variabel dan sumber data
7. Menentukan dan menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Menarik kesimpulan
11. Menulis laporan

Kesimpulan
Dari pemaparan-pemaparan di atas, di bawah ini akan dipaparkan kesimplan-kesimpulan sebagai berikut:
  1. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafatpostpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.
  2. Setidaknya terdapat lima tahapan sebagai patokan dalam penelitian, yaitu tergambar sebagai berikut:
a)   Mengangkat permasalahan.
b)   Memunculkan pertanyaan penelitian.
c)   Mengumpulkan data yang relevan.
d)   Melakukan analisis data
e)   Menjawab pertayaan penelitian

Kamis, 09 April 2015

softskill

“Sengketa Tanah” Menuntut Aset Summarecon
Tanah Summarecon yang sudah go publicternyata sarat dengan perkara. Penawaran sahamnya bisa ditangguhkan?
———————————————————————————-
P
T Summarecon Agung ( SA ), yang sahamnya masuk bursa saham pekan ini, ternyata sarat dengan perkara. Perusahaanreal estate itu kini diterpa badai tuntutan berbagai pihak, yang mengklaim keabsahan asetnya senilai sekitar Rp 228 milyar.
Sedikitnya dua warga, Jhony Basuki dan Robert Sudjasmin, menuding PT SA telah “mencaplok” tanah milik mereka, masing-masing seluas sekitar 34 ha dan 8.320 m², yang kini dijadikan lokasi real estateKelapa Gading Permai, Jakarta Utara.
Menurut Jhony Basuki, ia membeli tanah bersertifikat hak milik seluas 88.780 m² dan berstatus girik seluas 250.650 m² di lokasi itu pada 1988. Tanah tersebut katanya, dibelinya dari beberapa orang, antara lain dari pengusaha real estate Siswono Yudohusodo, kini Menteri Perumahan Rakyat. Tapi belakangan, tanah itu “diamankan” lebih dulu oleh PT SA. Bahkan kini, di atas sebagian tanah tersebut sudah dibangun rumah-rumah proyek real estate PT SA.
Jhony mengaku sudah berupaya menyelesaikan masalah itu dengan PT SA melalui kuasanya, LKBH Ayodya Justisia pimpinan E.Y. Kanter. Toh PT SA tak kunjung menanggapi tuntutannya. “Tahu-tahu, Summarecon mau go public. Dan tanah klien kami dijadikan asetnya,” kata Kanter.
Melihat perkembangan itu, Kanter segera melayangkan pengaduan ke Bapepam. Selain itu, ia mengirim surat kepada advokat yang memberikan legal opinion untuk go public-nya PT SA dan perusahaanunderwriter-nya. “Perusahaan underwriter itu agaknya akan menunda penyaluran dana dari para pemesan saham Summarecon,” tutur Kanter.
Lain lagi cerita Robert Sudjasmin, yang juga mengklaim sebagian tanah di lokasi Kelapa Gading Permai. Semula, dokter ini bermaksud mendirikan rumah sakit di atas tanah seluas 8.320 m² di lokasi itu. Pada 5 Maret 1990, Robert membeli tanah seharga Rp 629 juta itu dari BUPN (Badan Urusan Piutang Negara), melalui Kantor Lelang Negara di Jakarta. Berdasarkan itu, Robert mengantungi sertifikat hak milik 1974, atas nama Abdullah.
Tapi sewaktu Robert ke lokasi, PT SA menyatakan bahwa tanah itu termasuk bagian Kelapa Gading Permai, yang luas keseluruhannya 200 ha. “Kalau tanah ini sudah milik orang lain, kan tak mungkin dilelang BUPN,” kata kuasa hukum Robert, Yusuf Abdullah. Pertikaian dengan PT SA tak terelakkan lagi, kendati masih dalam proses penyelesaian secara musyawarah.
Yang juga membuat Robert tak habis pikir adalah sikap Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara. Kendati sudah diberi biaya pengukuran batas-batas tanah, ternyata instansi itu tak kunjung melakukan pengukuran. Alasannya, “Selesaikan dulu sengketa dengan Summarecon,” kata pihak BPN. Sementara itu, sebagian tanah yang diklaim Robert tadi kini sudah “disulap” PT SA menjadi Jalan Kelapa Gading Boulevard.
“Badai” tuntutan terhadap PT SA ternyata tak hanya datang dari warga. Pemda DKI Jakarta juga menuduh developer yang berdiri pada 26 November 1975 itu “seenaknya” saja memasukkan fasilitas umum sebagai asetnya. Fasilitas itu antara lain Gedung Kelapa Gading Sports Club ( KGSC ) senilai Rp 11,4 milyar, Sekolah dan Akademi Tunas Karya (Rp 811,5 juta ), dan Sekolah Tunas Karya (Rp 784,5 juta ).
Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 5/1974, seharusnya berbagai fasilitas itu menjadi milik Pemda DKI. Untuk sekolah dan akademi itu, misalnya, “Pada akhir tahun lalu, sudah disepakati untuk diserahkan kepada pemda,” kata Asisten Sekwilko Bidang Ekbang Wali Kota Jakarta Utara Pandapotan Sinaga. Sedangkan soal gedung sports itu, kata Kabag Ortala J. Pakpahan, masih dibahas di tingkat gubernur.
Menghadapi “serangan” itu, kelihatannya Direktur Umum PT SA H.Zaelani Zein tak merasa “jeri”. “Semua lokasi tanah yang dituntut itu tidak termasuk aset yang ditawarkan Summarecon di prospektus,” kata Zein. Tanah seluas 1,8 ha yang diklaim Jhony, misalnya, terletak di Kelurahan Pegangsaan Dua, bukan di Kelurahan Kelapa Gading. Lagi pula, sambungnya, tanah itu ternyata milik H.Masnadi Badar.
Mengenai klaim pihak pemda terhadap gedung sekolah dan akademi, menurut Zein, tak terlalu menjadi masalah. “Kalau memang pemda ingin mengambil alih sekolah itu silakan saja, asalkan termasuk pengelolaannya juga. Jangan pengelolaan tetap pada kita, tapi duitnya ke pemda,” lanjut Zein.
Yang tak bisa dimengerti PT SA adalah tuntutan pemda terhadap gedung KGSC. Pasalnya, PT SA merasa sudah memenuhi kewajiban yang ditentukan Permendagri 1974 itu, dengan menyerahkan 40% dari arealnya untuk kepentingan sosial, antara lain Puskesmas, tempat ibadah, jalan, saluran air, dan sekolah.
Nah, jika gedung olahraga itu tetap diklaim, berarti sumbangan PT SA lebih dari 40%, alias mencapai 57%. Lagi pula, “Kenapa Kelapa Gading Sports Centre diminta tapi sports centre lain, seperti di Cinere, Pondok Indah, sampai kini tak pernah diserahkan ke pemda,” tambah Zein, yang menegaskan bahwa segala harta kekayaan yang dijadikan aset itu sudah diperiksa dan disahkan oleh advokatnya, dan juga Bapepam.
Persoalannya, mungkin, sejauh mana advokat dan Bapepam itu bertanggung jawab bila tuntutan terhadap perusahaan itu nanti benar-benar terbukti.
( Dikutip dari TEMPO Tgl 12 Mei 1990 Hp.S.,G.Sugrahetty D.K.,Didi Prambadi )

pendidikan kewarganegaraan

Penyelesaian Sengketa Golkar Lewat Mahkamah Partai Dinilai Sudah Terlambat
Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo (sumber: Antara)
Jakarta - Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menganggap kubu Agung Laksono bersikap plin-plan dengan membawa kisruh Golkar ke Mahkamah Partai (MP). Padahal, menurut Bamsoet, sapaannya, kubu Agung Laksono pernah menganggap MP tidak netral.
"Saya pribadi berpandangan, jalur penyelesaian perselisihan melalui Mahkamah Partai adalah pilihan yg sudah terlambat," katanya lewat pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/02).
Bambang mengungkapkan dalam sidang MP yang rencananya digelar pada minggu ini, pihaknya belum memutuskan apakah akan hadir atau tidak, mengingat proses pengadilan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat (Jakbar) sedang berjalan.
"Bagi kami, keputusan PN Jakpus yang menolak gugatan kubu Agung Laksono dkk, sebenarnya cukup memberi sinyal bahwa legal standing atau kedudukan hukum kelompok penyelamat partai itu tidak jelas," tukasnya.
Ia sudah memprediksi, siapapun yang nantinya dimenangkan MP dalam persidangan, pihak yang kalah akan menganggap MP tidak netral dan sebagainya. Sebab, ketua MP sendiri adalah Prof. Muladi yang pada dasarnya mendukung Munas Bali.
"Menurut saya, lebih baik perselisihan ini dituntaskan di pengadilan. Toh, hanya tinggal beberapa minggu lagi saja. Kalau kubu Ancol merasa paling benar, kenapa takut membuka kebenaran di pengadilan?," pungkas Bamsoet.
Penulis: Hizbul Ridho/ED

 

 

 

 

Penyelesaian di Mahkamah Partai Golkar Dianggap Sudah Telat

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia
Rabu, 11/02/2015 08:58 WIB
Penyelesaian di Mahkamah Partai Golkar Dianggap Sudah TelatMunas Golkar di Bali. (Antara/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu Agung Laksono sudah melayangkan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar (MPG) terkait sengketa yang melanda partai berlambang pohon beringin itu. MPG pun berencana untuk menggelar sidang Rabu ini (11/2) di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Namun Bendahara Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, menilai penyelesaian sengketa di MPG sudah terlambat. Alasannya, beberapa waktu lalu MPG justru pernah mendeklarasikan tidak mampu menyelesaikan masalah internal Golkar.
Pilihan Redaksi
·         Sidang Mahkamah Partai Harus Akurkan Kubu Agung dan Ical
·         Kubu Ical Belum Pasti Hadir dalam Sidang MPG Hari Ini
·         Sidang Mahkamah Golkar Bisa Buka Jalan Gugat ke Pengadilan
·         Mahkamah Partai Minta Kedua Kubu Harus Hadir dalam Sidang
"Saya pribadi berpandangan jalur penyelesaian perselisihan melalui MPG adalah pilihan yang sudah terlambat," ujar Bambang. Sekretaris Fraksi Golkar di DPR itu memprediksi siapapun yang nanti kalah dalam sidang MPG akan menggunakan dalih ketidaknetralan MPG untuk kembali membawa sengketa ke pengadilan.

Prediksi Bambang tersebut cukup beralasan mengingat alasan MPG sebelumnya menyatakan tidak bisa menyelesaikan masalah internal Partai Golkar adalah karena para anggota MPG tidak netral alias memihak salah satu kubu.  Anggota MPG Andi Mattalatta dan Jasri Marin disebut mendukung kubu Agung Laksono, sedangkan Muladi diduga mendukung Aburizal Bakrie (Ical).

Namun Muladi menyatakan seluruh anggota MPG akan bersikap netral dalam sidang sengketa hari ini. Muladi, Andi, dan Jasri juga sudah menyatakan mundur dari kubu yang mereka dukung.

Meski begitu, menurut Bambang, putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait gugatan Agung Laksono cs memberikan sinyal jika kedudukan kubu Agung tidak jelas. Apalagi ditambah kubu Agung dulu pun sempat tidak mengakui MPG hasil Munas Riau 2009.

"Bagi kami putusan PN Jakpus yang menolak gugatan kubu Agung Laksono cukup memberikan sinyal bahwa legal standing dari kelompok penyelamat partai tersebut tidak jelas," kata Bambang.

Oleh sebab Bambang menantang kubu Agung Laksono untuk menyelesaikan masalah internal Partai Golkar tidak di MPG, melainkan di pengadilan saja. Apalagi, kata Bambang, penyelenggaraan sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan selesai dalam beberapa minggu.

"Jika kubu Ancol merasa paling benar, kenapa takut membuka kebenaran  pengadilan," ujar Bambang.